ASUHAN KEBIDANAN NIFAS & MENYUSUI (OLEH: Wina Aguszulika,S.ST.,M.Kes)

Submitted by admin on Sat, 01/06/2018 - 05:47

1.   Pengertian Masa Nifas

Meskipun masa nifas secara harafiah didefinisikan sebagai masa persalinan selama dan segera setelah kelahiran, masa ini juga meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduktif kembali ke keadaan tidak hamil. Rencana untuk perawatan selanjutnya yang telah umum dikerjakan oleh kebanyakan ahli obstetri , sekurang-kurangnya sampai hari ini, telah menghasilkan kesepakatan bahwa umumnya 6 minggu dianggap sebagai masa nifas. Selama masa ini, saluran reproduktif anatominya kembali ke keadaan tak hamil normal, yang meliputi perubahan struktur permanen serviks, vagina dan perineum sebagai akibat persalinan dan kelahiran. Selain itu, 6 minggu setelah kelahiran, atau tidak lama sesudahnya, pada sebagian besar ibu yang tidak menyusui bayinya, sinkroni hipofisis ovarium akan dikembalikan lagi untuk mendukung terjadinya ovulasi.

  • Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003 : 003)
  • Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu (Abdul Bari, 2000: 122)
  • Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke keadaan tidak hamil yang normal (F. Gary Cunningham, Mac Donald, 1995 : 281)

Batasan  waktu  nifas  yang  paling  singkat  (minimum)  tidak  ada waktunya, bahkan bisa jadi dalam watu yang relative pendek darah sudah keluar, sedangkan batasan maksimumnya adalah 40 hari.

Masa nifas merupakan masa pembersihan rahim, sama seperti halnya masa haid. Selama masa nifas, tubuh mengeluarkan darah nifas yang mengandung trombosit, sel-sel generative, sel-sel nekrosis atau sel mati dan sel endometrium sisa. Ada yang darah nifasnya cepat berhenti, ada pula yang darah nifasnya masih keluar melewati masa 40 hari. Cepat atau lambat, darah nifas harus lancar mengalir keluar. Bila tidak, misal karena tertutup mulut rahim sehingga bisa terjadi infeksi.

 

2.Tujuan Asuhan Masa Nifas

Pelayanan pasca persalinan harus terselenggara pada masa nifas untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi, yang meliputi upaya pencegahan, deteksi dini dan pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi, serta penyediaan pelayanan pemberian ASI, cara menjarangkan kehamilan, imunisasi, dan nutrisi bagi ibu (Sarwono, 2009 : 359)

Selama bidan memberikan asuhan sebaikya, bidan mengetahui apa tujuan dari pemberian asuhan pada ibu selama masa nifas antara lain untuk :

  • Menjaga kesehatan ibu dan bayinya baik fisik maupun psikologis dimana dalam asuhan pada ibu masa ini peranan keluarga sangat penting, dengan pemberian nutrisi, dukungan psikologi maka kesehatan ibu dan bayi selalu terjaga.
  • Melaksanakan skrining yang komprehensif (menyeluruh) di mana bidan harus melakukan manejemen asuhan kebidanan pada ibu masa nifas secara sistematis yaitu mulai pengkajian data subjektif, objektif maupun penunjang.
  • Setelah bidan melaksanakan pengkajian data maka bidan harus menganalisa data tersebut sehingga tujuan asuhan masa nifas dapat mendeteksi masalah yang terjadi pada ibu dan bayi.
  • Mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya, yakni setelah masalah ditemukan maka bidan dapat langsung masuk ke langkah berikutnya sehingga tujuan di atas dapat dilaksanakan.
  • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat: memberikan pelayanan keluarga berencana (Saifuddin, 2006).

Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama (Saifuddin, 2006).

Masa neonatus merupakan masa kritis dari kehidupan bayi, 2/3 kematian bayi terjadi dalam 4 minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam 7 hari setelah lahir dengan pemantauan melekat dan asuhan pada ibu dan bayi masa nifas dapat mencegah kematian ini.

  1. Tahapan Masa Nifas
  • Puerperium Dini

Yaitu kepulihan dimana ibu diperbolehkan berdiri dan berjalan serta menjalankan aktivitas layaknya wanita normal lainnya.

  • Puerperium Intermediate

Yaitu suatu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya sekitar 6-8 minggu.

  • Remote Puerperium

Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama apabila ibu selama hamil atau persalinan mempunyai komplikasi.

  1. Peran dan Tanggung Jawab Bidan dalam Masa Nifas
  • Ibu dalam masa nifas membutuhkan dukungan dari petugas kesehatan atau bidan untuk memberikan asuhan kesehatan atau asuhan kebidanan,
  • Informasi dan Konseling

Pengasuhan anak, pemberian ASI, perubahan fisik, tanda-tanda infeksi, kontrasepsi, hygiene, dan seks.

  • Rasa Takut

Memberikan dukungan biasanya ibu takut kehilangan suami.